Selasa, 31 Maret 2015

Mengolah Kotoran Ternak Menjadi Sumber Penghasilan

Mengolah Kotoran Ternak Menjadi Sumber Penghasilan

Mengolah kotoran ternak menjadi sumber penghasilan

Kotoran ternak yang selama ini menjadi masalah buat lingkungan atau pemilik ternak itu sendiri kini bisa dengan mudah kita rubah menjadi ternak UANG .berikut rahasia dalam mengolah kotoran ternak menjadi sumber penghasilan

MAU TAU CARANYA ????

Menurut peternak kreatif " menyia-nyiakan apalagi membuang kotoran dari hewan peliharannya " itu diartikan dengan kita telah membuang UANG.karna kotoran ternak bisa dengan mudah kita rubah untuk dibuat pupuk lalu kita manfaatkan untuk tanaman.

Berikut ini merupakan pengalaman dari peternak yang berhasil meraup jutaan rupiah dari pemanfaatan kotoran ternak untuk tanaman jahe

Menanam jahe ini tak terlalu sulit untuk kita budidayakan. bisa dilahan kosong yang ada di kandang atau Cukup di sela-sela tanaman pokok (sengon, kopi, atau tanaman buah-buahan ), Media tanam bisa menggunakan Karung/Glangsing/Polybag yang telah diisi Bokashi dan tanah.

Dengan perawatan sangat sederhana yakni pemupukan berkala dengan Bokashi dan SOT HCS yang dikocorkan maupun disemprot pada bibit yang ditanam, penyemprotan dan pengocoran SOT hanya perlu dilakukan 2 minggu sekali dan penambahan Bokashi dilakukan seiring pertumbuhan tunas sampai Polybag sampa terisi dengan ketinggian 80%. Setelah Polybag terisi Tanah dan Bokashi, maka yang dilakukan tinggal perawatan sampai panen, antara 10 – 12 bulan.jangan lupa baca juga cara membuat pakan lele apung dari kotoran ternak


PEMBIBITAN 


Untuk bibit jahe yang sudah siap tanam / atau yang sudah bertunas skitar 5-10 cm, namun jika susah memperoleh bibit tunas kita bisa menyemai bibit jahe sendiri yang akan ditanam. Ada beberapa teknik penyemaian jahe. Disini saya bahas salah satunya saja yaitu penyemaian jahe dalam kotak kayu.
 
Rimpang jahe yang baru dipanen dijemur sementara (tidak sampai kering), kemudian disimpan sekitar 1-1,5 bulan. Patahkan rimpang tersebut dengan tangan dimana setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan dijemur ulang 1/2-1 hari. Selanjutnya sebelum disemai bibit harus dibebaskan dari virus penyakit dengan cara potongan bakal bibit tersebut dikemas ke dalam karung  lalu dicelupkan dalam larutan PHEFOC HCS selama 5 menit lalu keringkan.
Rendam kembali dengan zat pengatur tumbuh SOT HCS sekitar 4 jam.Setelah perendaman lalu tiriskan sampe kering, benih telah siap disemaikan.

PENANAMAN


Cara menanam jahe dalam karung/Polybag merupakan salah satu cara yang paling mudah ,caranya silahkan ambil rimpang jahe dari penyemaian kemudian patah-patahkan dengan tangan rimpang jahe tersebut menjadi 2 - 3 ruas, dimana 1 ruasnya terdapat minimal 2 mata tunas. 

Lalu buat campuran antara tanah dan bokashi dengan perbandingan 3:1 . Masukkan campuran tanah dan bokashi ke dalam karung/polibag/keranjang dengan ketinggian sekitar 15cm , jika menggunakan media karung sesuaikan terlebih dahulu tinggi karung dengan cara menekuk bagian atas karung atas agar ketinggian sesuai, kemudian masukan tunas bibit jahenya, ( satu karung bisa diisi sekitar 2-3 titik tanam  untuk hasil yang maksimal)

Menanam jahe dalam karung

Setelah selesai penanaman keseluruhan siram dengan air . Selama sekitar seminggu lakukan penyiraman rutin pagi dan sore agar tunas tidak layu/ kering.

PERAWATAN / PEMUPUKAN


Sirami tiap hari minimal sehari sekali, tapi jika cuaca panas atau musim kemarau sebaiknya siram 2 x sehari.
Sekitar usia 2-4 minggu lakukan pengocoran dengan fermentasi SOT HCS.

Lakukan pengurukan kembali dengan tanah + bokashi (3:1) pada usia 2-3 bulan atau jika terlihat rimpang jahe yang menyembul keluar timbun/uruk sekitar 10cm.
Lakukan pengurukan ini berulang-ulang seiring pertumbuhan jahe hingga usia sekitar 8 bulan atau sampai karung /polibeg / keranjang terisi penuh dengan tanah urukan.

Dengan teknik pengurukan seperti ini kita akan mendapatkan hasil yang lumayan melimpah, karung /polibag/keranjang kita akan terisi penuh dengan rimpang jahe.

Jika langkah-langkah diatas sudah kita lalui selama 8-10 bulan, sudah saatnya jahe kita siap dipanen.

Penghasilan Bulanan


Caranya tiap bulannya musti tanam jahe,...misal saja 20-40 polybag/karung. Contoh misal bulan Januari minggu awal menanam 40 polybag/karung jahe, maka bulan Februari di minggu awal berikutnya menanam lagi 40 polybag/karung, begitu juga bulan maret dan bulan-bulan berikutnya.

Biasanya jahe sudah bisa dipanen di usia 10-12 bulan, lebih baik kwalitasnya jika panen di usia 12 bulan saja supaya jahe matang tua sempurna. Jadi untuk jahe yang kita tanam di bulan Januari  panennya di bulan November awal, bulan Februari panen di bulan Desember, Maret panen di January, begitu seterusnya sehingga mulai bulan November sampai kedepan kita akan mempunyai penghasilan tiap bulannya dari hasil menanam jahe.


Hitung-hitungan hasil dari menanam jahe


Modal Tiap bulannya :

Bibit jahe 40 rimpang x Rp.1.000,-     Rp.40.000 === > ( sekitar 1,5 - 2 kg jahe )

Polibag/karung 40 x Rp 5000             Rp.200.000

Pupuk SOT dan Phefoc                        Rp.70.000

TOTAL                                             Rp.310.000,-

Hasil tiap bulannya :

Tanam jahe media karung dengan pola HCS bisa menghasilkan 10-20 kg tiap polibag/karungnya. Tapi disini kita ambil contoh hasil terendah saja misalkan saja 1 polybag/karung menghasilkan 5 kg jahe dan harga jual per kilo jahe Rp.15.000.

Maka :   40 karung x 5 kg                 200kg

               200kg x Rp.15.000           Rp.3.000.000

Jadi bisa kita ketahui nantinya mulai bulan november sampai terus kedepan kita akan mendapat penghasilan kotor Rp. 3.000.000. hasil ini bisa lebih jika hasil panen kita bisa maksimal dan harga jual jahe naik.

Jika Anda ingin berpenghasilan lebih besar lagi tentu tinggal menambah jumlah karung/Polybag tanaman jahe agar sesuai yang Anda kehendaki, misalnya perbulan menanam 100 karung/polybag.
Untuk informasi dan pemesanan SOT & PHEFOC
silahkan hubungi :
Sari Vidiantiny   0823 1805 1919 / 29D07206

Tidak ada komentar:

Posting Komentar